Suronews.com,Jakarta – Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April memberi kesempatan bagi kaum perempuan untuk menyuarakan suara hati rakyat yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Melawan berlangsung di bilangan Sarinah Thamrin, Jakarta, Senin, (21/4/2025).
Menuk Wulandari,Kordinator Aliansi Perempuan Melawan mengatakan, “21 April Hari Kartini era sekarang ini perempuan harus bisa ambil peranan lebih banyak, hari ini kami hadir dengan mengenakan kebaya lambang budaya Indonesia, kami dari emak emak berdaster, dari SBSI ( Serikat Buruh Seluruh Indonesia (wakil buruh wanita) Sunasrih, aliansi rakyat menggugat dan masih banyak lainnya”.
“Hari ini kami hadir disini ada 70 orang. Kami tidak pernah melihat jumlah tapi berapapun kehadiran nya selama itu menyuarakan tentang keadilan itulah yang kita nilai, “ujar Menu.

Sunarsih, Perwakilan Wanita dari Serikat Buruh Seluruh Indonesia mengatakan,”Saya sebagai perempuan sebagai ibu sebagai nenek. Kartini sebagai pelopor contoh perempuan Indonesia yang hari ini bisa sampai disini. Soal pendidikan dulu dengan adanya Kartini ada kebebasan pendidikan kita bebas, di parlemen juga sudah ada 30%.
Perempuan harus punya peran sebagai ibu, pendidik dan melengkapi ekonomi keluarga. Sampai saat ini perempuan jadi tulang punggung. Kartini memberikan semangat inspirasi harus bisa memberikan warna, mampu untuk berjuang perempuan harus mandiri mampu berjuang untuk bangsa ini dan negara ini.

Sunarsih juga menitipkan suara rakyat kepada Presiden RI Prabowo Subianto, “Saya minta kepada Presiden Prabowo. Berilah kebebasan dan kesejahteraan kepada rakyat. Banyak kasus di Safari yang alat vitalnya di strum ada lagi di Jawa Timur tentang kekerasan seksual. Tidak hanya itu pertamax yang di campur pertalite belum lagi pelecehan seksual yang dilakukan oleh dokter. Presiden harus melihat itu.
“Kepada Presiden Prabowo segera sahkan UU ketenagakerjaan, cabut UU Omni Buslow yang menyengsarakan rakyat. Sahkan UU perampasan aset para koruptor, “tegas Sunarsih. ( Vonny )






