Kemendag dan UNS Gelar Campuspreneur Expo, Hadirkan 30 Wirausahawan Muda Potensial di Kalangan Mahasiswa

oleh

Suro-news.com Surakarta – Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pameran Campuspreneur Expo yang diikuti 30 wirausahawan potensial dari kalangan mahasiswa. Pameran digelar di Auditorium UNS, Surakarta, Jawa Tengah pada 1—2 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Peluncuran Program Campuspreneur dalam menumbuhkan semangat generasi muda untuk berwirausaha. Upaya ini merupakan salah satu langkah untuk mencapai target Indonesia Emas 2045.

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Johni Martha menyampaikan, Program Campuspreneur tidak hanya berorientasi pada ekspor, tetapi juga untuk mendorong penguatan usaha di dalam negeri sebagai fondasi. Menurutnya, pasar domestik Indonesia berpotensi besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal oleh wirausaha muda. Potensi ini didukung kontribusi konsumsi dalam negeri yang mencapai lebih dari separuh perekonomian nasional.

“Campuspreneur mendorong wirausaha muda atau startup untuk menguatkan pasar dalam negeri sebelum akhirnya ekspor. Hal ini didukung oleh perekonomian nasional yang tumbuh sekitar 52 persen dari konsumsi dalam negeri. Setelah kuat, akan didorong untuk masuk ke pasar ekspor. Hal ini penting agar Indonesia dapat mencapai target Indonesia Emas 2045,” ujar Johni dalam pembukaan Campuspreneur Expo pada Rabu, (1/4).

Johni juga memaparkan, di tengah dinamika ekonomi global, kinerja perdagangan Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Meski demikian, struktur ekspor Indonesia masih perlu diperkuat serta kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap ekspor perlu terus ditingkatkan.

Campuspreneur merupakan salah satu upaya Kemendag dalam mendorong pengembangan ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi secara terintegrasi mulai dari penguatan kapasitas, pendampingan usaha, hingga perluasan akses pasar dan berbagai aspek lainnya.

“Campuspreneur merupakan salah satu jawaban strategis atas tantangan-tantangan yang kita hadapi. Inisiatif ini tidak dirancang sebagai pelatihan kewirausahaan konvensional, melainkan sebuah upaya sistematis untuk membangun ekosistem yang komprehensif yang mencakup penguatan kapasitas, pendampingan usaha, hingga perluasan akses pasar,” ujar Johni.

Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Kemendag turut menyelenggarakan Campuspreneur Expo sebagai wadah bagi wirausahawan potensial dari kalangan mahasiswa untuk menampilkan produk unggulan dan menghubungkannya dengan pasar yang lebih luas.

Ke-30 peserta UMKM pada Campuspreneur Expo kali ini berasal dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain, UNS, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Selain itu, turut tampil UMKM yang terpilih dalam Produk Placement Pilihan Busan seperti Pramana Craft asal Magelang yang menambah variasi produk dalam pameran.

Johni memaparkan, produk yang ditampilkan di Campuspreneur Expo cukup beragam, mulai dari kuliner, pangan dalam kemasan, fesyen, kerajinan, hingga produk berbasis teknologi dan inovasi.

“Produk yang ditampilkan mencerminkan potensi dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan usaha,” jelas Johni.

Campuspreneur Expo dibuka Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS Irwan Trinugroho. Ia menekankan pentingnya pengembangan ekosistem kewirausahaan di kampus. Campuspreneur Expo menjadi bagian dari upaya strategis untuk menambah jumlah wirausaha muda di Indonesia.

“Program ini sangat luar biasa dan harus kita sukseskan bersama. Kami akan mendukung sepenuhnya agar program ini sukses dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa serta pelaku UMKM,” kata Irwan pada Rabu, (1/4).

Para pelaku UMKM yang ikut serta dalam pameran merespons positif kegiatan ini. Salah satu peserta, Adrita Ayu, merupakan mahasiswa Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret Angkatan 2023 yang menjalankan bisnis dengan nama Tescopave dan memiliki produk paving blok dari limbah abu ampas tebu. Ia menuturkan motivasinya mengikuti pameran ini adalah sebagai ajang mempromosikan produk sekaligus berjejaring dengan sesama pelaku usaha dan calon buyer.

“Pada intinya, kami ingin memamerkan produk kami. Karena produk kami skalanya masih kecil, kami berharap bisa diperluas lagi. Selain itu, teman-teman juga bisa mengetahui inovasi ini dan diharapkan bisa diimplementasikan lebih luas lagi,” ujar Adrita.

Sementara itu, Jasmine dari Arsadaya yang bergerak di produk peralatan dapur berbahan kayu mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Baginya, pameran bukan sekadar ajang penjualan, tetapi juga memberikan banyak insight berharga sekaligus bertemu dengan para pengusaha ritel modern.

“Banyak wawasan baru yang kami dapatkan terkait kualitas produk, penguatan brand, dan strategi pemasaran. Senang banget bisa bertemu banyak orang inspiratif dan mendapatkan pengalaman baru. Semoga Arsadaya bisa terus berkembang dan makin dikenal. Terima kasih untuk Kemendag dan Campuspreneur,” tutur Jasmine.

Selanjutnya, Marsha dari Pramana Craft Magelang, yang bergerak di bidang kerajinan tangan, menyampaikan antusiasmenya mengikuti Campuspreneur Expo. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga memberikan banyak pengalaman berharga.

“Sebagai UMKM yang masih merangkak, saya ingin menambah pengalaman supaya untuk penjualan, pitching, atau negosiasi business to business bisa lebih baik lagi. Tema acaranya sangat oke karena bisa menambah ilmu yang menurut saya sangat bermanfaat bagi UMKM,” ujar Marsha. (SR)