Ramaikan Campuspreneur, Kemendag Ajak Wirausahawan Kalangan Mahasiswa Ikuti Kurasi Produk dengan Peritel dan Pusat Perbelanjaan

oleh

Suro-news.com Surakarta – Kementerian Perdagangan memfasilitasi wirausahawan kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengikuti kurasi produk dengan peritel modern dan pusat perbelanjaan. Kurasi digelar di Auditorium Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah pada 1—2 April 2026. Kurasi merupakan bagian dari Program Campuspreneur yang digagas Kemendag untuk menumbuhkan semangat wirausaha di kampus.

Menteri Perdagangan Budi Santoso pada kesempatan terpisah menyampaikan, kurasi produk hasil karya mahasiswa bertujuan untuk menjaring produk berpotensi yang dapat mengisi pasar dalam negeri, salah satunya ritel modern. Kurasi ini juga menjadi langkah awal business matching antara wirausahawan mahasiswa dan mitra ritel, pusat perbelanjaan, serta calon buyer lainnya.

“Melalui kurasi ini, kami ingin memastikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mahasiswa tidak hanya kreatif, tetapi juga memenuhi standar pasar baik dari sisi kualitas, kemasan, maupun keberlanjutan pasokan. Kurasi ini menjadi pintu masuk agar produk mereka dapat naik kelas dan terhubung dengan pasar yang lebih luas,” ujar Mendag Busan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan memaparkan, kegiatan kurasi di Campuspreneur diikuti 30 UMKM mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Produk-produk mereka dikurasi pelaku ritel yang tergabung dalam Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).

“Dengan keterlibatan pelaku ritel dalam proses kurasi ini, kami ingin memberikan perspektif yang lebih aplikatif bagi pelaku usaha muda agar mampu mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar,” ujar Iqbal.

Deputy of Marketing & Partnership HIPPINDO Agung Tianara menyampaikan, HIPPINDO turut mengkurasi produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mahasiswa serta memberikan pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan kesiapan masuk ke pasar ritel modern.

“HIPPINDO akan mengkurasi semua produk yang ada dan memberikan informasi untuk meningkatkan kualitas produk. Dengan begitu, produk UMKM mahasiswa bisa memenuhi standar untuk masuk ke ritel modern dan diakui di dalam negeri maupun luar negeri,” lanjutnya.

Dalam proses kurasi, pelaku UMKM mahasiswa mendapatkan masukan teknis terkait peningkatan kualitas produk mulai dari aspek desain, bahan, hingga pemenuhan standar. Khusus produk fesyen, aspek kualitas jahitan, bahan, dan kenyamanan akan menjadi perhatian utama.

Sementara itu, produk makanan dan minuman serta produk perawatan diri (body care) menekankan pada upaya pemenuhan aspek legalitas seperti izin edar dan standar keamanan produk.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Kemitraan UMKM APRINDO Purwanto Wahyudi menyampaikan, keterlibatan APRINDO dalam kurasi merupakan upaya untuk menjaring produk-produk potensial dari kalangan mahasiswa sebagai pelaku usaha muda. Ia berharap, kegiatan ini dapat melahirkan pelaku UMKM mahasiswa yang mampu bersaing dan mengisi kebutuhan produk di ritel modern di masa mendatang.

“Kami betul-betul tertarik karena berharap ada insight baru dari dunia kampus untuk melengkapi variasi produk di ritel modern. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menemukan UMKM unggulan dari kalangan muda sebagai generasi penerus yang dapat melengkapi produk di gerai-gerai ritel modern di Indonesia,” kata Purwanto.

Ia menambahkan, terdapat beberapa hal mendasar yang perlu diperhatikan UMKM mahasiswa agar dapat masuk ke ritel modern. Beberapa di antaranya, yaitu kelengkapan pelabelan serta pemenuhan izin edar dan sertifikasi halal.

Salah satu peserta kurasi UMKM ini adalah Aji, yang mulai merintis usahanya pada 2023 lalu saat di bangku kuliah. Alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) yang lulus pada 2025 ini sekarang melanjutkan usaha pangan organik yang telah ia jalankan sejak masih di kampus. Menurutnya, kehadiran kurator dari berbagai asosiasi seperti APRINDO dan HIPPINDO memberikan banyak masukan konstruktif, khususnya dalam pengembangan produk yang ia tekuni.

“Kurasi hari ini sangat bermanfaat dan positif sekali. Kami mendapatkan banyak tawaran dan masukan. Dari sisi penjenamaan (branding), kami diarahkan untuk memperkuat identitas pada kemasan seperti memperbesar logo merek serta menonjolkan informasi penting seperti label halal dan organik,” tutur Aji.

Perwakilan dari Astarasa Karya Nusantara, Rica, yang merupakan alumni Universitas Diponegoro, turut berpartisipasi sebagai pelaku UMKM yang produknya dikurasi. Ia mengaku mendapat banyak masukan dari para kurator yang hadir. Menurutnya, kurasi di Campuspreneur memberikan wawasan baru, khususnya terkait desain kemasan dan standar informasi produk yang sesuai ketentuan.

“Ternyata, kami harus lebih memperhatikan desain kemasan dan poin-poin informasi di dalamnya. Kami juga mendapat masukan teknis, misalnya terkait penulisan satuan yang harus sesuai standar, ini menjadi insight baru bagi kami,” ujar Rica.

Menurut Rica, kurasi produk ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha. Ia juga telah membuka peluang penjajakan kerja sama ke sejumlah pelaku ritel.

“Beberapa kurator menunjukkan ketertarikan untuk kerja sama, terutama untuk produk-produk tertentu sesuai dengan segmen masing-masing. Kami jadi melihat ada peluang untuk berkembang dan meningkatkan kualitas produk karena selama ini kami belum terlalu berani untuk masuk ke pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Selain kurasi produk, rangkaian kegiatan Campuspreneur juga dilengkapi dengan sesi coaching clinic yang memberikan pendampingan kepada mahasiswa untuk memperkuat aspek desain kemasan, branding, dan berbagai aspek pengembangan usaha. Campuspreneur turut membuka peluang penjajakan kerja sama melalui sesi pitching dan business matching dengan mitra internasional yang difasilitasi perwakilan perdagangan RI di luar negeri.

Rangkaian kegiatan selanjutnya yaitu kick-off Campuspreneur yang akan digelar pada 2 April 2026 sebagai penanda dimulainya implementasi program. (SR)