Suro-news.com,Jakarta Pusat – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi DKI Jakarta menerima kunjungan Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam rangka pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pembangunan Zona Integritas, sekaligus menerima kunjungan dari jajaran Kanwil BPN Provinsi Banten dalam rangka studi tiru pada Rabu (01/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kanwil BPN DKI Jakarta ini bertujuan untuk meninjau sejauh mana implementasi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) telah dilaksanakan. Tim Itjen ATR/BPN melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek, mulai dari manajemen perubahan, penataan tata laksana, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN DKI Jakarta, Erry Juliani Pasoreh dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kunjungan Tim Itjen ATR/BPN serta kehadiran Kanwil BPN Banten. Ia menjelaskan bahwa Kanwil BPN DKI Jakarta membangun Zona Integritas diantaranya dengan cara melakukan indentifikasi masalah yang terjadi di lapangan.
“Kami membangun Zona Integritas di Kanwil BPN DKI Jakarta dengan pendekatan yang kami sebut sebagai belanja masalah. Artinya, kami secara aktif turun langsung untuk mengidentifikasi berbagai kendala, hambatan, dan kebutuhan yang dihadapi baik oleh masyarakat maupun internal organisasi. Dari setiap permasalahan yang kami temukan, kami dorong untuk segera dirumuskan solusi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Kakanwil Erry.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Inspektorat Jenderal ATR/BPN, Sutaryono menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan pembangunan Zona Integritas berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh Kanwil BPN DKI Jakarta, khususnya dalam hal digitalisasi layanan dan peningkatan transparansi.

“Pembangunan Zona Integritas itu budaya dan ini harus kita kerjakan bersama-sama. Kita berharap banyak agar praktik-praktik baik yang dilakukan Kanwil BPN DKI dapat direplikasi oleh satuan kerja lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis menyampaikan bahwa kunjungan studi tiru ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar langsung dari Kanwil BPN DKI Jakarta. Ia menilai bahwa pembangunan Zona Integritas memerlukan konsistensi terutama dalam memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat.
“Predikat (WBK dan WBBM, red) adalah bonus dari hasil konsistensi yang kita bangun. Namun, yang paling utama adalah bagaimana meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada BPN. Melalui kunjungan studi tiru ke Kanwil BPN DKI Jakarta, kami ingin mempelajari secara langsung bagaimana konsistensi tersebut dibangun dan dijaga,” ujar Harison.
Pada sesi pemaparan dan tanya jawab, jajaran Kanwil BPN DKI Jakarta menjelaskan berbagai inovasi dan strategi yang telah diterapkan dalam mendukung pembangunan Zona Integritas, di antaranya digitalisasi layanan pertanahan, peningkatan transparansi informasi, serta penguatan budaya kerja yang berorientasi pada integritas dan pelayanan prima.
Melalui kegiatan monev dan studi tiru ini, diharapkan upaya pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kementerian ATR/BPN dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (SR)






